Refleksi SBW di Tahun 2020: Catatan Menembus Badai

Refleksi SBW di Tahun 2020: Catatan Menembus Badai

Oleh Dr. Sri Untari Bisowarno, M. Ap.*

Tahun 2020 adalah tahun tersulit dalam perjalanan memimpin Kopmen SBW Malang selama hampir 4 periode (sejak 2006 sampai sekarang). Kesulitan itu semakin rumit ketika yang saya hadapi merupakan ‘musuh’ yang tidak kasat. Musuh yang tidak tampak. Covid-19.

Kami mesti menyesuaikan diri dengan kenormalan baru. Benar-benar baru. Kami mesti menyiapkan desain protokol Kesehatan dan melakukan prediksi ekonomi secara cermat, sesuai dengan arahan pemerintah. Kami memberlakukan protokol Kesehatan dengan ketat: penyemprotan disenfektan secara rutin. Tiap awal bulan dan akhir layanan. Kami mewajibkan seluruh pengurus, pengawas, karyawan, dan anggota yang beraktivitas di kantor Kopmen SBW Malang dengan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak). Selain itu, kami juga memberikan protein dan vitamin secara rutin untuk para karyawan. Tak lupa, kami juga melakukan rapid test untuk semua pengurus dan karyawan untuk memastikan bahwa semua pelayanan berlangsung ‘aman’.

Apakah semua itu melelahkan? Kami harus jujur, kenormalan baru benar-benar menyita perhatian. Tapi pandemi ini juga memaksa kami untuk berkreasi. Mencari ide-ide baru. Layanan pendidikan pada anggota baru secara off-line dengan protokol Kesehatan yang tetap ketat, tetap kami laksanakan. Hanya kurikulum dan jam-nya yang kami kurangi. Biasanya butuh 2x pendidikan untuk anggota baru, yaitu ke-SBW-an dan Tanggung Renteng (TR) serta perkoperasian. Pelatihan pada anggota tentang pembuatan makanan dan kue, serta pelatihan tata rias bekerja sama dengan UPT Disnaker Provinsi Jawa Timur juga diadakan melalui program Mobile Training Unit (MTU).

Untuk memaksimalkan layanan keuangan dan belanja, kami melakukannya dengan on-line. Untuk menunjang leyanan on-line itu, kami meluncurkan aplikasi belanja online. Aplikasi online membantu kami dalam melayani anggota secara maksimal. Selain menghindari kerumunan, layanan online membuat transaksi lebih praktis.

Kami juga harus berpikir tentang anggota Kopmen SBW yang mengalami serangan covid-19. Kami -para pengurus- membuat kebijakan bansos untuk anggota terdampak. Anggota yang terdampak ekonomi, kami bantu dengan  15 kg beras per-anggota selama 3 bulan, dan anggota yang terdampak covid-19 secara Kesehatan, kami bantu 25 kg beras tiap bulan selama 3 bulan dan uang sebesar 1 juta rupiah.

Kebijakan lainnya, kami menggelar rapat dan pertemuan kelompok dengan daring. Pertemuan K2D (kelompok-kelompok Dampingan) dan Rapat Anggota dan Rapat Kerja dilakukan secara virtual. Mulanya, kami kesulitan melakukan aktivitas secara daring. Tapi kami sadar, sekali sadar, bahwa pandemi harus kami hadapi dengan kepala dingin dan lapang dada. Lambat-laun, kami pun terbiasa dengan aktivitas online dan pertemuan daring.

Hal lain untuk selalu menjadi catatan kami untuk bangkit, kami mengalami penurunan omset sekitar 25% untuk simpan-pinjam, dan sekitar 15% untuk toko. Semua catatan di tahun 2020 itu, bukanlah detik-detik kekalahan yang harus kami ratapi. Akan tetapi, semua catatan itu hendak menggambarkan, bahwa kopmen SBW Malang dengan bertumpu pada semangat gotong-royong, kekeluargaan, kebersamaan para anggotanya mampu melewati masa-masa sulit di tahun 2020. Semoga di tahun 2021, kami akan bangkit untuk meraih capaian-capaian yang tertunda. Selamat tahun baru 2021.

*Ketua Umum Kopmen SBW Malang

Sumarni

Sumarni

Banjir hadiah di ultah sbw luar biasa.Memberikan semangat bagi kami semua sebagai anggota untuk lebih terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di koperasi tercinta kami.#SBWLuarBiasa