“Kami Ingin Berkontribusi Sebagai Perempuan Mandiri”

Berita Terbaru on 1 Jan , 1990

sbwmalang.com-Malang, Minggu (21 Juni 2020) kemarin, koperasi SBW mengukuhkah sebanyak 129 anggota baru. Pengukuhan anggota baru di tengah wabah covid-19 ini selain menunjukkan animo masyarakat yang tinggi, juga hadirnya perempuan generasi millenial dalam diri koperasi SBW Malang. Koperasi menjadi ‘trend’ bagi perempuan millenial untuk mengaktualisasikan kemandiriannya.

Garnis Anggi Saktiani -perempuan millenial anggota baru koperasi SBW- menuturkan ketertarikannya bergabung dengan Koperasi SBW Malang. Mulanya, dia bergabung dengan koperasi SBW Malang atas dasar keinginannya untuk berkumpul dengan perempuan-perempuan mandiri dalam rangka mengembangkan diri.

“Saya juga ingin mengembangkan usaha yang saya miliki. Bagaimana sih caranya mengembangkan usaha? Belajar dari perempuan-perempuan mandiri yang sudah mengembangkan usahanya,” ujar Anggi -sapaan akrabnya, Jumat, 26 Juni 2020.

Akan tetapi, tambah perempuan yang menjabat staff Politeknik Negeri Malang ini, setelah mengikuti diklat Tanggung Renteng dan ke-SBW-an, ternyata banyak nilai yang terkandung dalam SBW.

“Contohnya kita menjadi perempuan yang lebih positif, baik tingkah laku maupun pikiran. Lalu kita diperlihatkan sejarah Indonesia. Sejarah koperasi. Yang itu menyebabkan kita lebih cinta tanah air. Dan lebih siap untuk berkontribusi sebagai perempuan mandiri,” jelasnya.

Anggi juga bercerita, awalnya kelompoknya (kelompok 401), merupakan kelompok mama-mama di sekolah Sabilillah. Dari mama-mama yang pada punya usaha itulah, kelompok mereka terbentuk.

“Mereka itu perawat, istri notaris, istri profesor, istri pengacara. Ada yang auditor keuangan, staf keuangan dan lain-lain. Selain istri yang punya usaha, kita ingin mengembangkan usaha kita, untuk berkontribusi pada keluarga kita,” urai Anggi.

Menurut Anggi, berkoperasi itu mengasyikkan. Koperasi itu tidak hanya utang-piutang. Tidak hanya susah-susah. Tapi berkoperasi itu banyak sisi postifnya.

“Kita bisa mengembangkan diri. Ekskul-ekskulnya banyak. Kemarin, teman saya yang pendiam, setelah mengikuti diklat berani menyampaikan pendapatnya. Karena kami dilatih, diasah untuk memberanikan diri berbicara positif. Berpikir positif. Jadi tidak serta merta mengurusi utang-piutang. Tapi lebih mendidik pada kepribadian perempuan untuk lebih baik dan postif. Berkoperasi itu mengasyikkan sekali,” beber Anggi.

Pemilik usaha Moment Planner Malang dan Sekar Marem Catering, juga berharap kelompoknya lebih berfaedah. Kelompoknya bisa saling berbagi dan mengembangkan usaha.

“Saya berharap ke depan, kelompok kami bisa lebih berfaedah. Kelompok kami yang beragam profesi, ternyata ketika bersatu bisa saling sharing, bisa saling mengembangkan usaha. Dan koperasi menjadi wadahnya, menjadi jalannya. Dengan koperasi kita lebih ada yang memandu untuk lebih sukses ke depannya. Harapannya, perempuan-perempuan Indonesia lebih baik, lebih sukses. Berpikiran positif, dan melakukan yang terbaik untuk keluarganya,” jelas Anggi.

Anggi juga berpesan pada anak-anak muda masa kini untuk tidak mudah menyerah dengan kondisi saat ini.
“Jaga pikiran positif. Perilaku positif. Dan mempersiapkan diri untuk menjadi perempuan yang mumpuni dalam mengisi kemerdekaan dan mewujudkan kesejahteraan. Lebih semangat lagi,” tandas Anggi. (5et)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>