SEJARAH

Sejarah Singkat :

Berdiri – Berkembang – Jatuh – Bangkit dan Berkembang kembali

Koperasi Serba Usaha “ Setia Budi Wanita “ Jawa Timur

Zaafril 8

 

Sebuah perkumpulan yang diprakarsai oleh Ibu Mursia Zaafril Ilyas telah berdiri sejak th. 1954. Perkumpulan ini berjalan terus hingga Th. 1963 kemudian fakum.

Pada tahun 1976 Ibu M Zaafril Ilyas beserta teman – temannya sebanyak 17 orang ibu istri – istri dokter membangkitkan kembali perkumpulan tersebut dari kefakumannya, melalui sebuah arisan.

Ada satu kewajiban dalam perkumpulan arisan ini untuk mengadakan pertemuan paling tidak satu bulan satu kali.

Dalam pertemuan tersebut segala permasalahan didiskusikan. Pada umumnya topik yang selalu timbul adalah permasalahan keuangan, terutama pada saat – saat tahun pelajaran baru bagi sekolah putra – putri mereka yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, serta hal – hal lain yang sangat mendesak. Maka timbulah gagasan Ibu Mursia Zaafril Ilyas untuk meningkatkan perkumpumpulan arisan tersebut menjadi perkumpulan simpan pinjam.namun tidak semulus yang diharapkan, pro dan kontra mewarnai dan telah menjadi dinamika dalam perkumpulan ini.

Berkat ketekunan dan keyakinan yang teguh dari Ibu Mursia Zaafril Ilyas akhirnya perkumpulan Simpan Pinjam tersebut berdiri juga sebagai “ Pra Koperasi “ dan diberi nama “ Setia Budi Wanita “ dan kantornya bertempat dirumah Ibu Zaafril Ilyas dibagian belakang.

Pra koperasi ini ini kemudian disebar luaskan kepada wanita – wanita lain dengan jalan bagi anggota yang mampu mengumpulkan 10 orang dapat membentuk kelompok demikian seterusnya.

Pada tahun 1977 timbul lagi gagasan Ibu Mursia Zaafril Ilyas : Alangkah baiknya bila perkumpulan Pra Koperasi ini ditingkatkan menjadi sebuah koperasi. Gagasan ini mendapat sambutan baik oleh anggotanya.

Segala sesuatunya serta syarat – syarat yang harus dipenuhi dipersiapkan.

Pada tanggal 30 Desember 1977 mendapatkan Badan Hukum dengan Nomor : 3992/BH/II/77 dengan Nama : Koperasi Serba Usaha “ Setia Budi Wanita “ Malang yang berkedudukan di Jl. Trunojoyo No. 76 Malang dan ditanda tangani secara langsung oleh Menteri Koperasi : Bapak Bustanil Arifin ,SH.

Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ sejak berdiri tahun 1977 berkembang dengan baik dari segi Organisasi maupun Usahanya dengan didasari Sistem Tanggung Renteng yang dicetuskan pula oleh IbuM Zaafril Ilyas.

Dari segi organisasi sampai dengan tahun 1980, anggota sudah mencapai lebih +/- 5.000 orang.

Dibidang usaha telah mengelola beberapa unit , antara lain :

  1. Unit Simpan Pinjam.
  2. Unit Pertokoan.
  3. Unit Peternakan.
  4. Unit Pertanian.
  5. Unit Percetakan.
  6. Unit Bina Sejahtera.

Perkembangan KSU “ Setia Budi Wanita “ yang sangat cepat ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Pada tahun 1979 pemerintah memberikan penghargaan sebagai Koperasi Non KUD Nomor 2 terbaik tingkat Nasional.

 Pada tahun 1980 :

-          Mendapat pinjaman dari Kabulog sebesar Rp. 150.000.000,-.

-          Donasi Dirjen Koperasi sebesar Rp. 20.000.000,-

-          Donasi Presiden dan Gubernur Rp. 1.460.000,-

-          Pinjaman Modal Kerja dan Investasi dari BI sebesar Rp. 229.000.000,-

Pada Tahun 1982 KSU “ Setia Budi Wanita “ mengalami kejatuhan sampai colap disebabkan Miss Management. Tahun 1982 s/d 1986 Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ lumpuh total.

Di Bidang Organisasi anggota yang sudah mencapai lebih 5.000 orang tinggal bersisa 360 orang saja.

Di Bidang Usaha, 5 unit usahanya ditutup, hanya tinggal Unit Simpan Pinjam, asset minus. Berkat Bapak Bustanil Arifin, SH melalui BI, Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ mendapatkan dana pinjaman substitusi sebesar Rp. 625.000.000,- guna mengembalikan deposito – deposito anggota dan masyarakat.

Tahun 1986 dengan sisa anggota sebanyak 360 orang dan dengan semangat serta tekat yang tinggi Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ berusaha bangkit kembali dengan menjalankan kegiatan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota.

Di Bidang Organisasi Pengurus tanpa bosan promosi ke PKK – PKK.

Di Bidang Usaha hanya menjalankan Usaha Simpan Pinjam dan Waserda.

Adapun factor yang menunjang saat itu yang bisa dirasakan adalah factor eksternal dari lembaga terkait. Pendidikan – pendidikan dan bimbingan – bimbingan didapatkan dari dekopinda dan Dinas Koperasi. Dan satu – satunya pinjaman modal bagi koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ hanyalah didapatkan dari Puskowanjati. Bank menutup diri dengan Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “.

Delapan tahun setelah kejatuhannya, tepatnya tahun 1990, anggota telah mencapai 765 orang dan untuk pertama kalinya setelah jatuh mendapatkan SHU sebesar Rp. 2.500.000,-

SHU ini dibagikan kepada anggota melalui simpanan wajib guna memupuk modal sendiri.

Pada tahun 1987 turun SK dari BI untuk angsuran pokok pinjaman KSU “ Setia Budi Wanita “ sebesar Rp. 500.000,- atau 6.000.000,- satu tahun.

Bank memang masih menutup diri dengan Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “.

Beruntung masih ada yang memperhatikan dan percaya.

Pada Tahun 1993 mendapat bantuan pinjaman modal kerja dari Indosat sebesar Rp. 20.000.000,- untuk jangka waktu 3 tahun.

Pada tahun 1999 mendapat kepercayaan pelaksanaan P3MR ( Program Pemulihan Pangan Masyarakat Rentan ) berupa beras sebanyak 55 Ton dari Pemerintah Jepang.

Tahun 2000 melaksanakan Kaji Ulang “ Sistem Kelompok dan Tanggung Renteng “

Tahu 2001 mendapat fasilitas pinjaman dana bergulir subsidi BBM terarah sebesar Rp. 100.000.000,-

Tahun 2001 mendapat fasilitas pinjaman HFP ( Hibah Flours Project ) senilai          Rp. 33. 456.000,-

Seiring berkembangnya Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ sampai dengan awal tahun 2005 angsuran pinjaman substitusi ke BI telah menjadi Rp. 50.000.000,- pertahun. Dengan keampuhan Sistem Kelompok dan Tanggung Renteng, maka pada tanggal 24 Juni 2005 setelah berjalan selama 23 tahun pinjaman Substitusi BI sudah dapat dituntaskan.

Sekilas sejarah perjalanan Koperasi SU “ Setia Budi Wanita “ dari lahir – masa keemasan – jatuh – bangkit – berkembang – sampai masa pembenahan telah dijadikan tolok ukur dan suatu pijakan dasar untuk terus berkarya – berkembang sampai tak terbatas melalui Sistem Kelompok Tanggung Renteng.